Seminar Nasional FISIP UGJ Angkat Isu Disrupsi Budaya dan Pembangunan Desa di Era Digital

 

Seminar Nasional FISIP UGJ Angkat Isu Disrupsi Budaya dan Pembangunan Desa di Era Digital



Yunianur Anggreani

CIREBON, UGJ-TV – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “Disrupsi Kebudayaan dan Strategi Pembangunan Desa di Era Digital” di Auditorium Kampus 1 UGJ. Acara ini menghadirkan berbagai tokoh penting dari akademisi, pemerintah daerah, hingga pejabat nasional.

Acara dibuka dengan sambutan Rektor UGJ, Prof. Dr. H. Achmad Faqih, SP., MM., IPU., CIRR, yang menekankan bahwa era digital membawa peluang sekaligus tantangan. Menurutnya, desa harus mampu menjadi pusat inovasi yang berakar pada budaya lokal, sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dekan FISIP UGJ, Dr. Hj. Siti Khumayah, SE., SH., M.Si., menjelaskan bahwa desa kini bukan lagi entitas terpencil, melainkan pusat perubahan di tengah gempuran big data dan kecerdasan buatan (AI). Ia menekankan pentingnya kebijakan berbasis data, komunikasi partisipatif, dan analisis SWOT sebagai dasar pengambilan keputusan publik.

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Ag., yang diwakilkan oleh Bapak Iwan Ridwan Hardiawan, S.Sos., M.Si. (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Cirebon) memaparkan strategi “Desa Digital Kabupaten Cirebon” yang sudah masuk dalam RPJMDes dan SDGs Desa. Program ini menekankan infrastruktur digital, literasi masyarakat, serta pelayanan publik berbasis teknologi. Dengan dukungan dana desa lebih dari Rp 654 miliar, transformasi desa digital diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, membuka lapangan kerja baru, serta menjadikan produk lokal lebih kompetitif.

Staff Khusus Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat RI, Dr. Achmad Maulani, M.Si., menambahkan bahwa pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga sangat relevan dengan pembangunan desa digital. Dengan literasi digital, pelatihan berbasis teknologi, dan kolaborasi berbagai pihak, PMI bisa menjadi agen pembangunan melalui remitansi dan transfer ilmu ke desa asalnya.


Mengupload: 1136989 dari 1136989 byte diupload.

Seminar nasional ini juga menghadirkan Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, SH., MM., yang diwakilkan oleh Ibu Viky Edya Martina Supaat, S.Sos. (Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa, DPMD Jawa Barat), serta Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Prof. Dr. H. Mukarto Siswoyo, Drs., M.Si. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun desa yang tangguh.

Melalui diskusi ini, FISIP UGJ berharap desa-desa di Indonesia tidak hanya mampu bertahan menghadapi disrupsi budaya, tetapi juga berevolusi menjadi pusat inovasi, ekonomi digital, dan pelestarian kearifan lokal di era global.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

UGJ-TV

Luar Biasa! Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Swadaya Gunung Jati Sukses Gelar Seminar Budaya yang Hadirkan Pakar Internasional.

Penuh Antusias Himpunan Mahasiswa Dikstrasia UGJ Sukes Gelar Seminar Raya Diskusi Sastra