Postingan

Menampilkan postingan dengan label PUISI

Masih Menganggap Literasi Itu Membosankan? Lomba Pesta Literasi KKN-T Literasi 09 Desa Jerukleueut UGJ Ajak Siswa SD Berani Berkarya dan Berekspresi

Gambar
  KKN-T Literasi 09 Desa Jerukleueut UGJ Hadirkan Lomba Pesta Literasi untuk Tingkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Dwi Riyanto UGJ-TV, CIREBON – Dunia literasi hadir dengan suasana yang lebih berwarna melalui Lomba Pesta Literasi. Kegiatan ini mengemas membaca, mewarnai, hingga berpuisi menjadi rangkaian perlombaan yang tidak hanya memberikan ruang bagi siswa untuk belajar, tetapi juga mendorong mereka untuk berani bersuara dan menunjukkan kreativitas. Kegiatan yang diselenggarakan oleh KKN-T Literasi 09 Desa Jerukleuleut Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) 2026 berlangsung pada Sabtu, 29 Agustus 2026, di Balai Desa Jerukleueut dan SDN 1 Jerukleueut. Beragam perlombaan dihadirkan, mulai dari lomba mewarnai, membaca dongeng, hingga membaca puisi menjadi wadah bagi para siswa siswi sekolah dasar untuk menuangkan kemampuan dan ekspresi mereka. Kegiatan diawali dengan lomba mewarnai yang berlangsung di SDN 1 Jerukleueut. Sebelum perlombaan dimulai, para peserta terlebih dah...

Bincang Buku: Menyelami Cinta Yang Mekar Dan Takdir Yang Menggugurkan Dalam Puisi “Sonet: Hei! Jangan Kaupatahkan” Karya Sapardi Djoko Damono

Gambar
  Sebuah Renungan Untuk Jiwa Yang Pernah Menggenggam Cinta Tanpa Pernah Benar-Benar Memilikinya Melalui Puisi “Sonet: Hei! Jangan Kaupatahkan” Karya Sapardi Djoko Damono Dwi Riyanto UGJ-TV, CIREBON –   Bagaimana jika kamu mencintai seseorang hingga rasanya seluruh hidupmu ikut bernapas melalui dirinya, seolah setiap langkah, setiap detak kecil dalam tubuhmu selalu mencari jejak kehadirannya. Namun, ketika kamu sedang begitu yakin pada perasaanmu, dunia justru berbisik pelan nyaris tak terdengar namun cukup untuk membuatmu goyah : “Kalian tidak ditakdirkan untuk bersama.” Bagaimana jika kamu berada dalam sebuah hubungan yang penuh kasih, di mana kalian saling menjaga, saling menguatkan, dan saling menemukan satu sama lain tetapi setiap kali kalian mencoba melangkah lebih dekat selalu ada tembok yang menjulang terlalu tinggi untuk dilewati seakan-akan dunia memang tidak pernah benar-benar berniat memberi kalian ruang untuk saling bertahan dan mencintai. Banyak orang pernah m...

Bincang Buku : Menggali Makna dari Sebuah Sajak Puisi “AKU ” Karya Chairil Anwar

Gambar
 Vivi Fadhilah Safitri UGJ-TV, CIREBON -   Puisi “AKU” karya Chairil Anwar merupakan salah satu karya yang paling populer di masyarakat Indonesia. Chairil Anwar adalah seorang penyair terkemuka di Indonesia yang dijuluki sebagai Si Rebo (dari karyanya yang berjudul Aku) dan merupakan salah satu pelopor angkatan 45. Chairil Anwar lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum akhirnya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940 dan mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya mengangkat berbagai tema, mulai dari pemberontakan, individualisme, cinta hingga eksistensialisme. Chairil Anwar meninggal pada tahun 1949 saat berumur 27 tahun. Namun, karya-karyanya akan terus hidup. AKU Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu   Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang   Biar peluru menembus kulitku ...