Seminar Akuntansi Berintegrasi 2026 Membantu Mewujudkan Akuntabilitas Ekonomi Nasional!
Seminar Akuntansi Berintegrasi 2026 Ajak Generasi Muda Memahami Pentingnya Integrasi Ilmu Akuntansi Dengan Perkembangan Teknologi Dan Bisnis
Pramudita Galuh Hardina
UGJ-TV,
CIREBON – Sabtu, 04 Juli 2026, Himpunan Mahasiswa Akuntansi
Universitas Swadaya Gunung Jati mengadakan Seminar Akuntansi Berintegrasi
SENARASI 2026 dengan mengusung tema “Sinergi Ekosistem Keuangan Dan
Transformasi Finansial Dalam Mewujudkan Akuntabilitas Ekonomi Nasional” .
Kegiatan ini berjalan dengan lancar diikuti antusiasme para peserta yang hadir,
Acara diawali dengan penampilan tradisional dan dilanjut sambutan sambutan, dan
acara inti yaitu pemaparan materi. Seminar ini menghadirkan dua narasumber
inspiratif yaitu Penyuluh Pajak Ahli Pertama KPP Pratama Cirebon Satu dan Bank
Indonesia.
Di tengah pesatnya transformasi digital, pemahaman mengenai keuangan dan perpajakan menjadi dua pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang berdaya saing dan ekonomi bisnis yang berkelanjutan. Pemateri pertama yaitu Abdullah Muzaki, S.M., M.M dengan tema yang dibawakan “Reformasi Perpajakan” . Dalam materi yang disampaikan beliau mengatakan bahwa “kemampuan negara untuk bertahan terhadap krisis, pulih dengan cepat, tetap tumbuh dan menjaga kesejahteraan masyarakan yang didukung optimalisasi negara dan belanja yang berkualitas”. beliau juga mengatakan bahwa krisis yang dimaksud dapat di contohkan pada saat Pandemi Covid-19.
Selanjutnya pemaparan materi yang kedua yaitu oleh Bapak Bagus Maulana dengan tema yang dibawakan “Menjaga Stabilitas Montener Dan Memperkuat Sistem Keuangan Digital Nasional”. Pada kesempatanya beliau membahas perkembangan inflasi, “Pada Juni 2026, inflasi di Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka terjaga rendah dan masih dalam kisaran sasaran nasional. Inflasi bulan Juni 2026 untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka sejalan dengan inflasi Jawa Barat dan Nasional. Secara Tahunan, inflasi Kota Cirebon lebih rendah dibandingkan Jawa Barat dan Nasional namun inflasi Kabupaten Majalengka lebih tinggi dari Jawa Barat dan Nasional. Meski inflasi Kota Cirebon dan Kabupaten Majalengka masih berada dalam rentang sasaran yang ditetapkan, namun penguatan program pengendalian inflasi masih perlu dilakukan melalui sinergi kebijakan lintas stakeholder agar dapat mendukung daya beli masyarakat dan pemulihan ekonomi”.
Pada sesi wawancara Ketua Pelaksana, Putri Amalia
mengatakan hal yang menjadi latar belakang Seminar
Akuntansi Berintegrasi “Dengan yang sudah kita lihat di
lingkungan kita sebagai mahasiswa banyak sekali perubahan
transformasi sehingga dibutuhkan update dari regulator”.
Beliau juga menyampaikan bahwa tujuan spesifik dari acara
ini adalah agar mahasiswa khususnya mahasiswa akuntansi
untuk lebih memahami perkembangan teknologi dari
instansi keuangan
Komentar
Posting Komentar