Penuh Inspirasi! HIMA-AP Goes To Public Vol. 7 Dorong Desa Wisata Berkelanjutan Lewat Inovasi Digital di Desa Ciawigajah
HIMA-AP
FISIP UGJ Menghadirkan Workshop & Aksi Sosial Untuk Mendorong
Pengembangan Desa Ciawigajah Sebagai Desa Wisata Berkelanjutan
Dwi Riyanto
UGJ-TV,
CIREBON – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMA-AP)
FISIP Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) kembali menyelenggarakan HIMA-AP Goes
To Public Vol. 7 pada Kamis–Jumat, 9–10 Juli 2026 di Balai Desa Ciawigajah,
Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Mengusung tema "Optimalisasi Tata
Kelola dan Inovasi Digital dalam Mewujudkan Desa Wisata yang
Berkelanjutan", kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara akademisi,
pemerintah desa, dan masyarakat untuk bersama-sama mendorong pengembangan desa
wisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Salah
satu rangkaian kegiatan dalam HIMA-AP Goes To Public Vol. 7 adalah
workshop bertajuk "Pemanfaatan Media Sosial sebagai Inovasi Digital dalam
Pengembangan Desa Wisata" yang dibawakan oleh Dr. Iskandar Zulkarnaen,
S.Sos., M.Si. Workshop ini diikuti oleh masyarakat Desa Ciawigajah sebagai
upaya meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan media sosial dalam
mengembangkan potensi desa wisata. Melalui materi yang disampaikan, peserta
diajak memahami pentingnya membangun citra desa, mengoptimalkan promosi
digital, serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas jangkauan
informasi dan menarik minat wisatawan. Suasana workshop berlangsung interaktif
dengan antusiasme masyarakat yang aktif mengikuti pemaparan materi hingga sesi
diskusi.
Dalam sesi wawancara, Dr. Iskandar Zulkarnaen, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa secara geografis maupun dari sisi potensi pengembangan, Desa Ciawigajah memiliki peluang yang sangat baik untuk berkembang sebagai desa wisata. Namun, menurutnya masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan, yakni mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi digital. Beliau menilai bahwa pengelolaan media sosial sebaiknya dilakukan oleh seorang operator khusus agar informasi mengenai potensi, kegiatan, maupun destinasi wisata desa dapat dipublikasikan secara konsisten dan menjangkau masyarakat yang lebih luas. "Secara geografis dan pengembangan, Desa Ciawigajah sudah bagus. Namun, desa ini masih perlu memanfaatkan media sosial. Ini menjadi PR bagi desa ini, setidaknya harus disediakan seorang operator yang khusus mengelola media sosial tersebut," ujarnya.
Tak
hanya berfokus pada edukasi, HIMA-AP Goes To Public Vol. 7 juga
menghadirkan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, seperti bakti sosial, cek
kesehatan, donor darah, social learning bersama siswa-siswi, hingga eksplorasi
potensi desa. Beragam kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi
mahasiswa dalam memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi
antara perguruan tinggi dan desa.
Sebagai
bagian dari tim peliputan, saya dapat merasakan antusiasme yang begitu besar
dari panitia, masyarakat, dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan ini.
Kehangatan sambutan warga Desa Ciawigajah serta semangat kolaborasi yang
terjalin sepanjang kegiatan menciptakan pengalaman yang tidak hanya berkesan,
tetapi juga memperlihatkan bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif di tengah
masyarakat. HIMA-AP Goes To Public Vol. 7 menjadi bukti bahwa pengabdian
kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemberian ilmu, tetapi juga
melalui kolaborasi, kepedulian, dan aksi nyata dalam mendukung pengembangan
desa wisata yang berkelanjutan.

Komentar
Posting Komentar