Bincang Buku: Majapahit Karya Herald Van Der Linde, Kisah Intrik, Pengkhianatan & Peperangan Di Balik Kerajaan Terbesar Indonesia
Bagaimana Majapahit Menjadi Kerajaan Terbesar di Indonesia? Di Balik Kejayaannya, Tersimpan Kisah Ambisi, Pengkhianatan, dan Peperangan yang Membentuk Perjalanan Sejarah
CIREBON,
UGJ-TV – Ketika mendengar nama Majapahit,
banyak orang langsung membayangkan kerajaan terbesar yang pernah berjaya di
Nusantara. Namun, tahukah kamu bahwa di balik kejayaannya tersimpan kisah penuh
intrik politik, pengkhianatan, perebutan takhta, hingga peperangan yang
mengubah jalannya sejarah? Semua kisah tersebut dikemas secara menarik dalam
buku Majapahit: Intrik, Pengkhianatan, dan Peperangan di Kerajaan Terbesar
Indonesia karya Herald van der Linde.
Buku
Majapahit: Intrik, Pengkhianatan, dan Peperangan di Kerajaan Terbesar
Indonesia karya Herald van der Linde merupakan buku sejarah populer yang
mengajak pembaca memahami perjalanan salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah
Nusantara. Dengan gaya penulisan yang ringan dan naratif, buku ini sangat cocok
bagi pembaca yang ingin mengenal sejarah Majapahit tanpa harus membaca
literatur akademik yang kompleks. Melalui buku ini, pembaca akan diajak
menelusuri berbagai peristiwa penting, mulai dari penemuan kembali jejak
Majapahit oleh Thomas Stamford Raffles, kisah Ken Arok dan Ken Dedes, hingga
intrik politik, pengkhianatan, peperangan, dan masa kejayaan Majapahit di bawah
Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Buku ini juga menyajikan sejarah berdasarkan
berbagai sumber seperti Prasasti, Pararaton, Desawarnana
(Negarakertagama), penelitian Para Sejarawan serta sudut pandang Mpu
Prapanca sebagai pujangga pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Melalui
penyajiannya yang menarik, Herald van der Linde berhasil menghadirkan sejarah
Majapahit sebagai kisah yang tidak hanya informatif, tetapi juga penuh
pelajaran mengenai kepemimpinan, ambisi, dan dinamika kekuasaan.
Buku Majapahit: Intrik, Pengkhianatan, dan Peperangan di Kerajaan Terbesar Indonesia karya Herald van der Linde menggunakan alur maju-mundur untuk mengisahkan sejarah Kerajaan Majapahit. Pada bab pertama, penulis mengawali cerita dengan tokoh Thomas Stamford Raffles yang menelusuri kembali jejak Majapahit hingga menemukan reruntuhan yang diyakini sebagai pusat kerajaan di kawasan Trowulan, Mojokerto. Selanjutnya, pembaca diajak menelusuri awal berdirinya Kerajaan Singasari dan Majapahit melalui kisah Ken Arok, Ken Dedes, serta Wangsa Rajasa yang dilengkapi dengan pohon silsilah untuk memudahkan pembaca memahami hubungan antartokoh. Buku ini juga mengisahkan perjuangan Raden Wijaya menghadapi serangan Kerajaan Kediri dan pasukan Mongol, asal-usul nama Majapahit yang diambil dari sebuah buah bernama maja yang berasa pahit, hingga peran Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Tribhuwanatunggadewi dalam membawa Majapahit mencapai masa kejayaannya. Pada bagian akhir, penulis menjelaskan berbagai faktor yang menyebabkan kemunduran Majapahit serta perpindahan sebagian masyarakatnya ke Pulau Bali yang turut memengaruhi berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu di wilayah tersebut.
Secara
keseluruhan, Buku Majapahit: Intrik, Pengkhianatan, dan Peperangan di
Kerajaan Terbesar Indonesia karya Herald van der Linde merupakan bacaan
yang layak direkomendasikan, terutama bagi generasi muda yang ingin mengenal
sejarah Nusantara dengan cara yang lebih ringan dan menarik. Selain menambah
wawasan tentang perjalanan Kerajaan Majapahit, buku ini juga mengajarkan bahwa
ambisi yang tidak terkendali dapat memicu konflik, sementara kepemimpinan yang
bijaksana, persatuan, dan keberanian menjadi kunci dalam membangun sebuah
peradaban. Melalui kisah para tokohnya, pembaca juga diajak memahami bahwa
perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan
kontribusi besar bagi masyarakat.
Kalau UTVriends sudah pernah membaca buku ini atau punya rekomendasi buku favorit lainnya, yuk ceritakan pengalaman UTVriends di kolom komentar! Siapa tahu rekomendasi Utvriends, bisa jadi pembahasan di Bincang Buku Selanjutnya.

Komentar
Posting Komentar