BEM FEB UGJ Sukses Gelar Seminar Nasional Media Kreatif 2026: Bangun Personal Branding dan Bisnis Digital yang Berdampak
Menghadirkan Praktisi Digital Marketing dan Industri Kreatif, Seminar Nasional Media Kreatif Ajak Mahasiswa Memahami Pentingnya Personal Branding
UGJ-TV, CIREBON – Sudahkah kita memanfaatkan media
digital sebagai investasi untuk masa depan? Perkembangan teknologi telah
membuka berbagai peluang bagi generasi muda untuk membangun personal branding,
mengembangkan kreativitas, serta menciptakan nilai ekonomi melalui ekosistem
digital yang terus berkembang.
Melalui Seminar Nasional Media
Kreatif 2026, BEM FEB UGJ Kabinet Graha Samagrata menghadirkan ruang diskusi
yang membahas peran personal branding dan kreativitas digital dalam menghadapi
perkembangan industri kreatif. Mengangkat tema "Influence as
Investment: Dari Personal Brand ke Ekosistem Bisnis Digital Inklusif",
kegiatan yang digelar pada Rabu, 1 Juli 2026 bertempat di Auditorium Kampus 1 Universitas
Swadaya Gunung Jati, kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa dan masyarakat
umum. Seminar ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan mengenai strategi
membangun pengaruh positif, memperkuat jejaring, serta memanfaatkan teknologi
digital sebagai peluang pengembangan karier dan bisnis di era ekonomi digital.
Acara diawali dengan sambutan Ketua
Pelaksana oleh M Syailendra Rasya Sigit,
yang menyampaikan bahwa Seminar Nasional Media Kreatif 2026 diselenggarakan
sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya
personal branding, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi digital dalam
menghadapi perkembangan industri kreatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan
peserta dapat memperoleh inspirasi sekaligus bekal untuk mengembangkan potensi
diri di era digital.
Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Ibnu
Amirul M selaku Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa FEB UGJ, yang menegaskan
bahwa generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran strategis dalam
mendorong inovasi dan kemajuan bangsa. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan
perkembangan teknologi, membangun kreativitas, serta memanfaatkan peluang di
bidang ekonomi digital menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dan
persaingan di masa depan.
Sebagai penutup rangkaian sambutan
sekaligus membuka secara resmi Seminar Nasional Media Kreatif 2026, Bapak Moh.
Yudi Mahadianto, S.E., M.M., MPM., CAP., selaku Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi
dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati, menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa seminar tersebut
merupakan wadah bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, membangun jejaring,
serta mengembangkan potensi diri di tengah pesatnya perkembangan teknologi
digital. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi
generasi yang adaptif, kreatif, dan siap memberikan kontribusi positif bagi
masyarakat maupun pembangunan bangsa.
Acara ini juga menghadirkan dua
narasumber yang berpengalaman di bidang industri kreatif dan digital, yaitu
Doni Sulistio Widodo selaku Digital Marketing dari SendAll Creative dan Thifal
Islami sebagai Content Creator.
Pada sesi pertama, Doni Sulistio
Widodo membawakan materi Digital Marketing "Influence as Investment: Dari
Personal Brand ke Ekosistem Bisnis Digital Inklusif". Dalam pemaparannya,
ia menjelaskan bahwa perkembangan dunia digital telah mengubah cara individu
maupun pelaku usaha membangun hubungan dengan audiens. Menurutnya, pengaruh (influence)
yang dibangun melalui personal branding, kepercayaan (trust), dan konten
yang autentik kini menjadi aset berharga dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Ia
juga mengajak peserta memahami pentingnya menentukan arah pengembangan diri,
baik sebagai generalist, specialist, maupun strategist, sehingga mampu
menciptakan nilai dan beradaptasi dengan kebutuhan industri digital yang terus
berkembang.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Thifal Islami, seorang Content Creator, yang membagikan pengalaman serta pandangannya mengenai pentingnya membangun personal branding di era digital. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun reputasi, memperluas jejaring, dan menciptakan berbagai peluang kolaborasi. Menurutnya, konsistensi dalam berkarya, kemampuan memahami kebutuhan audiens, serta keberanian untuk terus berinovasi merupakan faktor utama dalam membangun kepercayaan dan mempertahankan eksistensi di industri kreatif.

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar