Dari Wattpad Hingga Layar Lebar! Luluk HF Bagikan Perjalanan Menulisnya Di Seminar Raya Diskusi Sastra

 

Seminar Raya Diskusi Sastra Membentuk Generasi Muda Berkarakter, Berintegritas, dan Berdaya Saing Global Melalui Literasi Sastra

Dwi Riyanto

UGJ-TV, CIREBON – Rabu, 13 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMA Diksatrasia) Universitas Swadaya Gunung Jati sukses menggelar Seminar Raya Diskusi Sastra yang mengangkat tema “Peran Literasi Sastra dalam Membentuk Generasi Berkarakter, Berintegritas, dan Berdaya Saing Global” yang bertempat di Auditorium Kampus 1 Universitas Swadaya Gunung Jati.

Kegiatan ini menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda, khususnya mahasiswa untuk memahami pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari. Seminar ini juga menjadi wadah untuk menumbuhkan kesadaran bahwa literasi bukan hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, integritas, serta kemampuan bersaing di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat. Antusiasme peserta terlihat begitu tinggi sepanjang kegiatan berlangsung, baik dari kalangan mahasiswa maupun pelajar yang hadir.

Kegiatan seminar ini menghadirkan dua narasumber inspiratif dalam dunia sastra, yaitu Ira Rahayu, S.Pd., M.Pd., selaku Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPS UGJ, serta Luluk HF, seorang penulis dengan karya-karya populer yang dikenal luas oleh generasi muda. Salah satu novel karyanya yang cukup terkenal yaitu “Mariposa”, karya ini bahkan berhasil diadaptasi menjadi sebuah film dan mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Pada sesi pertama, Ira Rahayu, S.Pd., M.Pd. membawakan materi yang sangat menarik bertajuk “Peran Literasi Sastra dalam Membentuk Generasi Berkarakter, Berintegritas, dan Berdaya Saing Global”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa literasi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, pola pikir kritis, serta nilai-nilai kehidupan di tengah perkembangan zaman. Beliau juga mengaitkan pentingnya literasi dengan Surat Al-Alaq ayat 1–5 sebagai wahyu pertama yang berkaitan dengan perintah membaca. Menurutnya, literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami, menafsirkan, serta mengekspresikan informasi dalam kehidupan sehari-hari. Selain menambah wawasan, literasi juga mampu meningkatkan rasa percaya diri, empati, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi, termasuk dalam memahami pesan moral serta pengalaman kehidupan melalui karya sastra.

Pada sesi kedua, Luluk HF membawakan materi mengenai “Literasi Sastra di Era Digitalisasi”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bagaimana perkembangan teknologi telah membuka banyak peluang bagi generasi muda untuk berkarya melalui berbagai platform digital seperti blog, Medium, hingga Wattpad. Luluk HF juga membagikan perjalanan awal dirinya terjun ke dunia sastra, mulai dari proses belajar menulis, membangun konsistensi, hingga akhirnya berhasil dikenal luas melalui karya-karyanya yang populer dan bahkan diadaptasi menjadi film. Melalui pengalamannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta bahwa siapa pun memiliki kesempatan untuk menjadi penulis selama mau memulai dan terus belajar. Menurutnya, kunci utama untuk menjadi seorang penulis adalah menjadi pembaca, karena dari membaca seseorang dapat memperluas wawasan, menemukan ide, dan memahami banyak sudut pandang kehidupan. Ia juga menekankan pentingnya niat, doa, usaha, serta konsistensi dalam berkarya agar tulisan yang dibuat dapat terus berkembang dan memiliki pembaca.

Dalam sesi wawancara bersama Luluk HF, ia menyampaikan, “Minat literasi di Indonesia saat ini mulai meningkat, apalagi dengan adanya teknologi yang dimanfaatkan masyarakat untuk mulai menulis melalui berbagai platform media sosial. Harapan saya ke depannya semakin banyak orang berani memulai menulis agar semakin banyak pembaca yang tertarik,” ujarnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

UGJ-TV

Luar Biasa! Mahasiswa FISIP UGJ Sukses Gelar Kompetisi Dance Bertajuk “GROOVE FISIP 2025” dengan Antusiasme yang Membara.

FEB’S Competition 2025: Sukses Gelar Ajang Kompetisi Akademik Generasi Muda Ciayumajakuning